MEDIA ONLINE GOLNEWS.BIZ.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA Redakan Nyeri Perut Secara Alami: 6 Bahan Alami yang Aman dan Mudah Didapat

Redakan Nyeri Perut Secara Alami: 6 Bahan Alami yang Aman dan Mudah Didapat


Golnews.biz.id
- Nyeri perut merupakan keluhan umum yang dapat dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penyebabnya beragam, seperti gangguan pencernaan, masuk angin, stres, hingga pola makan yang kurang teratur. Selain pengobatan medis, sejumlah bahan alami terbukti dapat membantu mengurangi gejala nyeri perut secara aman dan alami.

Jahe menjadi salah satu bahan alami paling populer untuk meredakan nyeri perut. Kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe memiliki sifat antiinflamasi dan antinyeri yang efektif meredakan mual, kembung, serta kram perut. Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk teh hangat atau direbus bersama air.

Kunyit juga dikenal memiliki manfaat besar bagi kesehatan pencernaan. Senyawa kurkumin dalam kunyit berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan pada lambung dan usus. Kunyit dapat dikonsumsi sebagai jamu tradisional atau dicampur dengan susu hangat.

Daun peppermint atau daun mint memiliki efek menenangkan pada otot-otot saluran pencernaan. Kandungan mentol di dalamnya membantu mengurangi kram perut, gas berlebih, dan rasa tidak nyaman. Teh daun mint hangat sering digunakan untuk meredakan sakit perut akibat gangguan pencernaan ringan.

Air hangat yang dicampur dengan perasan lemon juga bermanfaat untuk membantu melancarkan sistem pencernaan. Lemon merangsang produksi enzim pencernaan, sementara air hangat membantu mengendurkan otot perut. Minuman ini cocok dikonsumsi di pagi hari atau saat perut terasa tidak nyaman.

Meski bahan alami dapat membantu meredakan nyeri perut, penting untuk tetap memperhatikan penyebabnya. Jika nyeri perut berlangsung lama, disertai demam, muntah berlebihan, atau nyeri hebat, segera konsultasikan ke tenaga medis. Penggunaan bahan alami sebaiknya menjadi pendukung, bukan pengganti penanganan medis yang tepat.

Reporter : Ihwan 

Lebih baru Lebih lama